TIME TABLE vs TIME LINE

Pribadi vs Sosial

5 sifat-sikap kepribadian konselor yang sangat penting

  1. Empati
  • Yang dimaksud empati adalah perasaan dimana kita ikut merasakan dan memahami orang lain (menurut kamus besar Bahasa Indonesia). Atau lebih gampangnya empati berarti menempatkan diri seolah-olah menjadi seperti orang lain.
  • Konselor harus empati sebab empati digunakan untuk meningkatkan kualitas komunikasi antar individu. Dengan empati konselor dapat merasakan secara mendalam apa yang dirasakan oleh konseli tanpa kehilangan identitas dirinya sehingga mempermudah konselor untuk membantu konseli menyelesaikan masalah yang sedang dialami.
  •       Upaya yang perlu dilakukan agar dapat menjadi empati adalah dengan mendengarkan orang lain dengan hati. Tidak sekadar mendengar “apa” yang konseli sampaikan tetapi mendengarkan “bagaimana” konseli menyampaikannya. Memperhatikan bahasa tubuh yang digunakan konseli, karena bahasa tubuh lebih menggambarkan bagaimana perasaan yang sebenarnya.

pribadi_konselor

 2. Jujur

  • Yang dimaksud jujur adalah kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. Jujur adalah energi positif. Menyatakan sesuatu dengan langsung, spontan, lugas, apa adanya (Sawitri Supardi Sadarjoen,seorang psikolog).
  • Konselor harus jujur sebab seorang konselor harus terbuka, otentik, dan sejati dalam penampilannya. Kejujuran sangat penting karena :

a. Transparasi atau keterbukaan memudahkan konselor dan kliennya berinteraksi dalam suasana keakraban psikologis.

b. Kejujuran memungkinkan konselor untuk memberikan umpan balik yang belum diperhalus.

c. Kejujuran konselor merupakan ajakan sejati kepada klien untuk menjadi jujur.

d. Konselor dapat menjadi model bagaimana menjadi manusia jujur dengan cara-cara konstruktif.

  • Upaya yang perlu dilakukan agar dapat menjadi jujur adalah menguasai diri dan menyadari perasaan-perasaan yang ada pada diri. belajar membedakan berbagai perasaan yang hinggap dalam diri tanpa harus menyangkalnya atau menutup-nutupinya.

3. Membuka Diri

  •  Yang dimaksud membuka diri adalah penampilan perasaan, sikap, pendapat, dan pengalaman-pengalaman pribadi konselor untuk kebaikan konseli. Konselor mengungkapkan diri sendiri dan membagikan dirinya kepada konseli dengan mengungkapkan beberapa pengalaman yang berarti yang bersangkutan dengan masalah konseli.
  • Konselor harus membuka diri sebab konseli akan lebih nyaman berinteraksi dengan konselor yang memiliki pribadi seperti itu. Karena terbuka, konseli pun akan menjadi lebih terbuka, dan akhirnya hubungan berlangsung lebih akrab dan saling percaya. Dengan perasaan nyaman konseli akan menceritakan semua masalah yang sedang dialaminya.
  • Upaya yang perlu dilakukan agar dapat menjadi lebih membuka diri adalah bersikap lebih terbuka dan menghargai apa yang diungkapkan orang lain terutama konseli.

4. Pendengar yang aktif

  • Yang dimaksud pendengar yang aktif adalah konselor mendengarkan dengan baik setiap detail dari penjelasan yang diungkapkan konseli. Konselor memperhatikan dengan penuh perhatian tanpa mengganggu konseli. Dan selanjutnya memberikan beberapa pertanyaan untuk mendukung data tentang masalah konseli.
  • Konselor harus menjadi pendengar yang aktif sebab :

a. Menunjukan dengan penuh kepedulian.

b.Merangsang dan memberanikan klien untuk beraksi secara spontan terhadap konselor.

c. Menimbulkan situasi yang mengajarkan.

d. Klien membutuhkan gagasan-gagasan baru.

  • Upaya yang perlu dilakukan agar dapat menjadi pendengar aktif adalah fokus memperhatikan apa yang diungkapkan oleh konseli. Dan memberikan tanggapan positif terhadap apa yang diungkapkan konseli.

5. Dapat dipercaya

  • Yang dimaksud dapat dipercaya adalah seorang konselor bukan sebagai suatu ancaman bagi konseli akan tetapi sebagai pihak yang memberikan rasa aman.
  • Konselor harus menjadi dapat dipercaya sebab :

a. Kepercayaan terhadap konselor diperlukan dalam mencapai tujuan essensial konseling.

b. Untuk memberikan jaminan kerahasiaan klien dalam konseling.

c. Klien membutuhkan keyakinan untuk motivasi dan watak konselor.

d. Pengalaman klien terhadap konsistensi, penerimaan, dan kerahasiaan konselor, akan membantu klien dalam mengembangkan rasa percaya yang lebih mendalam.

  • Upaya yang perlu dilakukan agar dapat dipercaya adalah meyakinkan diri sendiri bahwa dirinya bisa dipercaya oleh orang lain dan meyakinkan orang lain bahwa dirinya dapat dipercaya.
About these ads

Filed under: Abkin, Education, Go To Campus, SEMESTER 5, Tentang Sekitar, Uncategorized,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TIME TABLE vs TIME LINE

Pribadi vs Sosial

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: