TIME TABLE vs TIME LINE

Pribadi vs Sosial

Alur Pikir Pengembangan Kurikulum Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Konselor

logo-konseling1Kurikulum Pendidikan Profesional Konselor dikembangkan berdasarkan alur pikir sebagai berikut :

  1. Setiap sub-kompetensi dijabarkan menjadi pengalaman belajar yang memungkinkan tercapainya sub-kompetensi.
  2. Pengalaman belajar harus memfasilitasi :
    1. Perolehan pengetahuan dan pemahaman (acquiring and integrating knowledge,perluasan dan menajaman pemahaman (expanding and refining knowledge) dan penerapan pengetahuan secara bermakna (applying knowledge meaningfully),yang dilakukan melalui pengkajian dengan berbagia modus dalam berbagai konteks.
    2. Penguasaan keterampilan baik kognitif dan personal-sosial maupun psikomotorik, yang dilakukan melalui beerbagai bentuk latihan disertai balikan(feedback), dan
    3. Penumbuhan sikap dan nilai yang bermuara pada pembentukan karakter, dilakukan melalui penghayatan secara pasif (vacarious learning) berbagai peristiwa sarat nilai dan keterlibatan secara aktif (good learning) dalam berbagai kegiatan sarat-nilai.
    4. Pengembangan materi kurikuler dari setiap pengalaman belajar mencakup rincian kompetensi/sub-kompetensi, bentuk kegiatan belajar, materi dan asesmen tagihan penguasaannya.
    5. Berdasarkan substansi, bentuk dan keter-awasannya, kegiatan belajar untuk penguasaan kompetensi/sub-kompetensi yang ditetapkan sebagai sasaran pembentukan, dapat diperkirakan besaran waktu yang diperlukan untuk menguasai setiap sub-kompetensi, yaitu dengan menggunakan kerangka pikir dua dimensi dalam Sistem Kredit Semester yaitu :
      1. Berdasarkan isinya dilakukan pemilahan menjadi pengalaman belajar yang bermuatan (1) teoritik, (2) praktek, (3) pengalaman lapangan.
      2. Berdasarkan keterawasannya dilakukan pemilahan menjadi kegiatan (1) terjadwal, (2) terstruktur, (3) mandiri.
      3. Berdasarkan substansinya, selanjutnya dilakukan pemilahan yang menghasilkan cikal-bakal mata kuliah, masing-masing disertai dengan besaran waktu yang ditetapkan, sehingga merupakan langkah awal penetapan mata kuliah, yang secara keseluruhannya membangun kurikulum utuh Program Studi S1 bimbingan dan Konseling di perguruan tinggi yang bersangkutan.
      4. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemenuhan persyaratan akademik program S1 pendidikan profesional konselor, yang digunakan sebagai dasar untuk penganugrahan ijazah Sarjana Pendidikan dalam bidang Bimbingan dan Konseling, ditetapkan beban studi yang terentang antara 144-160 SKS, dan untuk program pendidikan profesi konselor ditempuh selama 2 semester dengan beban studi antara 36-40 SKS.

Proses pembelajaran

Agar tercapai kompetensi yang dikemukakan dala butiran B 12b dapat dicapai dengan baik, proses pembelajaran yang diterapkan pada program S1 Pendidikan Profesional Konselor, diselenggarakan dengan mengupayakan hal-hal berikut :

  1. Proses pembelajaran yang dimaksudkan untuk memfasilitasi pembentukan perangkat kompetensi lulusan yang telah ditetapkan, dispesifikasikan dalam 2 dimensi yang berbeda namun terjalin, yaitu (1) penetapan bentuk kegiatan belajar seperti mengkaji, berlatih, dan menghayati, dan (2) senantiasa mengacu kepada penguasaan kompetensi/sub-kompetensi yang telah ditetapkan.
  2. Pembentukan penguasaan kompetensi profesional konselor yang merupakan muara dari Program Pendidikan Profesional Konselor diselenggarakan melalui Program Pendidikan Profesional Konselor yang berupa Program Pengalaman Lapangan yang memberi kesempatan kepada lulusan Program S1 Bimbingan dan Konseling untuk menerapkan segala pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang diperoleh dari semua mata kuliah ke dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Program Pengalaman Lapangan tersebut dilakukan secara bertahap dan sistematis di bawah bimbingan para dosen pembimbing dan konselor pamong. Pada dasarnya, pembentukan penguasaan Kompetensi Profesional Konselor tersebut mengandung elemen-elemen sebagai berikut :

1)     Latihan berbagai keterampilan teknis (basic skills) dalam bimbingan dan konseling.

2)     Perencanaan terapan kontekstual berbagai pengetahuan dan keterampilan teknis dalam latar otentik.

3)     Terapan kontekstual berbagai pengetahuan dan keterampilan teknis bimbingan dan konseling dalam latar otentik.

Filed under: Abkin, Education, Go To Campus, Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TIME TABLE vs TIME LINE

Pribadi vs Sosial

%d bloggers like this: