TIME TABLE vs TIME LINE

Pribadi vs Sosial

Fenomena Mahasiswa Yang Kuliah Sambil Bekerja

Oleh : Mint Husen Raya Aditama

 

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas motif mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, apakah hambatan-hambatannya, dilema apa yang dirasakan oleh mahasiswa yang menyambi bekerja, apakah ada perbedaan motivasi menyelesaikan studi pada mahasiswa yang bekerja dengan mahasiswa yang tidak bekerja dan bagaimanakah kiat-kiat yang yang dilakukan agar selalu memiliki motivasi studi bagi mahasiswa yang bekerja untuk segera menyelesaikan studinya. Sehingga nantinya akan dapat diketahui bagaimana kiat-kiat yang yang harus dilakukan untuk menjadi seorang mahasiswa dengan status pengusaha atau mahasiswa bisnisman.

KATA KUNCI: Kuliah Sambil Bekerja, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Mahasiswa dan Wirausaha..

 

PENDAHULUAN

Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang sangat diharapkan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang harus menjadi bangsa yang mampu bertahan dan mampu memenangkan persainagan yang semakin ketat. Dalam kondisi sekarang ini dimana perubahan berlangsung sangat cepat dan penuh ketidakpastian, mahasiswa sebagai insan berpendidikan sudah seharusnya memiliki wawasan dan pandangan yang luas dalam melihat persoalan bangsa ini.

Salah satu permasalahan krusial bangsa Indonesia adalah masalah ketenagakerjaan dimana tingkat permintaan tenaga kerja jauh lebih rendah dari pasokan tenaga kerja yang ada. Lebih ironis lagi tingkat pertumbuhan pengangguran terdidik mengalami lonjakan yang luar biasa. Belum lagi bila kita cermati tenaga kerja terdidik yang menempati posisi pekerjaan saat ini cenderung lebih banyak lulusan sarjana yang bekerja bukan pada bidang keahliannya.

Terkait dengan permasalahan tenaga kerja, mahasiswa saat ini dihadapkan pada suatu pertanyaan penting yaitu: “apakah setelah lulus nanti menjadi bagian dari solusi, atau bahkan menjadi bagian masalah baru dalam bidang ketenagakerjaan bangsa ini?”. Ironis memang jika notabene mahasiswa yang setelah lulus nanti sangat diharapkan menjadi solusi permasalahan bangsa ini, namun yang terjadi sebaliknya justru menambah beban menjadi masalah baru.

Paparan ini diungkapkan dosen Jurusan Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila), Hartono, Jumat (16/3). “Seiring maraknya gerakan kewirausahaan yang semakin gencar dan diyakini akan menjadi solusi bagi permasalahan ketenagakerjaan, kembali mahasiswa dihadapkan pada suatu kondisi apakah akan turut mengambil peran untuk mengambil kesempatan berwirausaha ataukah akan tetap fokus sebagai mahasiswa yang hanya menekuni bidang keahliannya?” ungkapnya.

Sementara Dirjen Dikti tanpa ragu mendukung program pengembangan kewirausahan di perguruan tinggi dengan menggulirkan program-program yang menstimulasi tumbuhnya bibit-bibit wirausahawan dari kalangan perguruan tinggi. Salah satu contohnya adalah Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berwirausaha dengan dukungan permodalan start-up bussiness dan pembimbingan yang diharapkan mampu menjadi embrio wirausahawan baru dari kalangan kampus. Contoh lain yang juga digulirkan oleh Dirjen Dikti adalah Program Kreativitas Mahasiswa Wirausaha (PKMK). Berbagai pihak juga menggulirkan Beasiswa Wirausaha Mandiri yang diberikan kepada mahasiswa yang memiliki usaha sebagaiman digulirkan oleh Bank Mandiri.

Mahasiswa memang memiliki keunikan tersendiri di sistem jenjang pendidikannya. Sistem pembelajaran untuk mahasiswa kita biasa menemui istilah-istilah seperti IPK, SKS, skripsi, dosen, dsb. Lama waktu pembelajarannya pun tak sepadat sekolah-sekolah formal biasa, cukup dengan 3 hingga 4 jam perhari. Sementara itu, kerapkali kita melihat mahasiswa itu seperti tak pernah kuliah. Datang ke kampus, kuliah menunggu dosen, jika dosen tidak ada mereka akan pulang atau ke kantin. Mahasiswa yang jeli melihat waktu-waktu kosong, tak ada dosen atau sehabis pulang kuliah tak ada kegiatan, mereka akan memanfaatkan waktu itu untuk hal-hal yang berguna. Salah satunya adalah kerja sambilan.

Dikutip dari Kompasiana.com Hafiz Al Huda, mahasiswa D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Sebelas Maret yang bekerja di CV Nasuha, sebuah perusahaan marketing milik orang tuanya. Hafiz memulai pekerjaannya sejak duduk di semester satu. Bermula dari bantu – bantu jika ada waktu senggang membuatnya lama kelamaan tertarik untuk menjalani pekerjaan tersebut. Motivasinya menggeluti pekerjaan ini adalah untuk mencari pengalaman kerja dan membantu orang tua. Walaupun banyak menyita waktu, selama ini  kuliah dan prestasinya di kampus tidak terganggu. Kuncinya adalah pandai–pandai mengatur waktu antara kuliah, bekerja, dan juga ber-freshing dengan teman–teman. Sehari – hari ia bekerja pada pagi hari dan kuliah pada siang hari.

Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan pengertian dari tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Lebih lanjut dijelaskan pada Bab III Pasal 5, setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan. Dalam hal ini mahasiswa adalah termasuk salah satu individu yang berhak untuk bekerja dan memperoleh penghasilan yang layak.

Pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh mahasiswa antara lain bekerja sebagaipengajar les privat, SPG (Sales Promotion Girl), penyiar radio, penerjemah, penulis, wirausaha,reporter freelance, pramuniaga, penjaga warnet dan rental, dan tenaga administrasi (Tirta,2005). Mahasiswa yang bekerja diharapkan memiliki kemampuan tertentu seperti penguasaanilmu dasar yang akan diajarkan dan kemampuan berkomunikasi dengan siswa pada pengajar lesprivat, kemampuan berbicara dan memiliki wawasan yang luas di bidang musik pada penyiarradio, kemampuan berkomunikasi dan penampilan yang menarik pada SPG, kemampuan dan bakat menulis pada penulis, ahli di bidang bahasa pada penterjemah, memiliki daya kreativitas yang tinggi pada wirausaha, ketekunan dan keuletan pada pramuniaga, kemampuan di bidang jurnalistik dan memiliki banyak jaringan kerja pada reporter freelance, serta menguasai komputer dengan baik pada penjaga warnet dan rental.

Fenomena mahasiswa  kerja sambilan kiranya bukan hal baru. Banyak dari mahasiswa tersebut mencari tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan kuliah yang semakin menggunung. Kuliah sambil bekerja tidak lagi menjadi sesuatu hal yang langka dan hanya dilakukan mahasiswa yang lemah dalam ekonomi, karena kenyataannya biaya hidup sehari-hari seringkali tidak sebanding dengan uang saku yang diberikan oleh orang tua. Fenomena ini sangat menarik. Apalagi, ditambah adanya peluang berwirausaha bagi mahasiswa. Namun, seperti biasa suatu hal memiliki pengaruh positif dan negatif. Pengaruh baik dan buruk tersebut dihadapkan pada prestasi kuliah. Pada akhirnya timbul pertanyaan, apakah mahasiswa yang kuliah dengan kerja sambilan  mampu mengikuti kegiatan kuliah dengan baik atau malah kuliahnya terabaikan ?.

Motivasi untuk menyelesaikan studi bagi mahasiswa yang sambil bekerja yang sudah sampai kepada tahap akhir studi untuk menyelesaikan skripsinya bisa saja juga mengalami penurunan karena mereka merasa pekerjaan yang mereka jalani saat ini sudah cukup untuk bekal mereka hidup. Menurut Sya’ban (2006) bagi mahasiswa yang tidak bekerja motivasi untuk menyelesaikan skripsi itu biasanya di latar belakangi oleh tuntutan yang ada baik dari dalam diri mereka sendiri ataupun dari orang lain. Menyelesaikan skripsi bagi mahasiswa yang tidak bekerja merupakan pilihan tunggal. Motivasi yang mereka dapatkan terkadang hanya karena proses untuk menyelesaikan studi yang harus mereka lalui.

Jacinta (2002). Yang mendasari seorang mahasiswa untuk bekerjadiantaranya adalah:

a.       Kebutuhan Finansial

Kebutuhan finansial berupa kebutuhan yangberhubungan dengan faktor ekonomi. Berupa upah, gaji dan penghasilan yang di dapat daribekerja.

b.      Kebutuhan Sosial Relasional

Kebutuhan sosial-relasional berupa kebutuhan untukbergaul dengan banyak orang, dapat bertukar pikiran.

c.       Kebutuhan Aktualisasi Diri

AbrahamMaslow mengembangkan teori hirarki kebutuhan yang salah satunyamengungkapkan bahwamanusia membutuhkan kebutuhan akan aktualisasi diri,menemukan makna hidupnya melaluiaktivitas yang dijalani.

Menurut data dari Kompas Cyber Media dari mahasiswa bekerja ada beberapa manfaat penting diantaranya:

a.       Pertama, mahasiswa mampu berbuat praktis. Artinya, mahasiswa tidak lagi terjebak pada wacana-wacana teoretis saja, tetapi juga mampu mengaplikasikan apa yang telah dia dapatkan di kampus ke dalam pekerjaannya. Sebab, dalam dunia kerja mahasiswa dihadapkan pada persoalan-persoalan riil yang harus mampu mereka pecahkan secara tepat dan cepat.

b.      Kedua, mahasiswa mampu bersikap lebih independen dan konsisten. Kenyataan sering membuktikan, hanya karena diberi handphone, mendapat uang saku tambahan, dan tercukupinya beberapa keperluan material lainnya, mahasiswa lantas mau bertindak yang bertentangan dengan kepentingan yang lebih besar.

c.       Ketiga, mahasiswa mampu berpikir lebih kreatif. Pengalaman yang didapat mahasiswa pada saat bekerja di luar jam kuliah akan berpengaruh terhadap jiwa kewirausahaannya.

d.      Keempat, mahasiswa memiliki jiwa profesionalisme. Mahasiswa telah terbiasa dalam lingkungan yang dinamis dan kompetitif, sehingga peluang untuk melakukan praktik-praktik manipulatif tidak diberi ruang yang cukup. Kemudian yang muncul adalah benih-benih profesionalisme dan lambat laun akan menjadi ciri khas sang mahasiswa tersebut. Pada saatnya nanti, sang mahasiswa tersebut kelak mampu membawa pengalamannya ke dunia riil.

Dengan demikian, tidak ada lagi cibiran bagi mahasiswa yang nyambikarena ternyata justru memunculkan pengalaman-pengalaman tambahan yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan juga lingkungan sekitarnya.

 

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Pendidikan:

Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.

Pengertian pendidikan menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

            Menurut kamus Bahasa Indonesia Kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusiamelalui upaya pengajaran dan pelatihan.

            Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Sedangkan pengertian pendidikan menurut H. Horne, adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

Dari beberapa pengertian pendidikan menurut ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain.

Fungsi Pendidikan

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:

1.      Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.

2.      Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.

3.      Melestarikan kebudayaan.

4.      Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.

1.      Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.

2.      Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.

3.      Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.

4.      Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:

Transmisi (pemindahan) kebudayaan, Memilih dan mengajarkan peranan sosial, Menjamin integrasi sosial, Sekolah mengajarkan corak kepribadian, Sumber inovasi sosial.

Perguruan Tinggi

Sistem Pendidikan Tinggi. Pendidikan tinggi terdiri dari (1). pendidikan akademik yang memiliki fokus dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan (2). pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada persiapan lulusan untuk mengaplikasikan keahliannya.

Institusi Pendidikan Tinggi yang menawarkan pendidikan akademik dan vokasi dapat dibedakan berdasarkan jenjang dan program studi yang ditawarkan seperti akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas.

Jenjang  Pendidikan dan Syarat Belajar. Institusi pendidikan tinggi menawarkan berbagai jenjang pendidikan baik berupa pendidikan akademis maupun pendidikan vokasi. Perguruan tinggi yang memberikan pendidikan akademis dapat menawarkan jenjang pendidikan Sarjana, Program Profesi, Magister (S2), Program Spesialis (SP) dan Program Doktoral. Sedangkan pendidikan vokasi menawarkan program Diploma I, II, II dan IV.

Untuk menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1), seorang mahasiswa diwajibkan untuk mengambil 144-160 Satuan Kredit Semester (SKS) yang diambil selama delapan  sampai dua belas semester. Pada jenjang S2 atau program Pasca Sarjana, seorang mahasiswa harus menyelesaikan 39 sampai 50 SKS selama kurun waktu empat sampai sepuluh semester dan 79 samapi 88 SKS harus diselesaikan dalam jangka waktu delapan samapi empat belas semester bagi program doktoral.

Metode Pembelajaran dan Jadwal Akademik. Pendidikan tinggi dapat diterapkan dalam beberapa bentuk: reguler atau tatap muka dan pendidikan jarak jauh. Pendidikan reguler diterapkan dengan menggunakan komunikasi langsung diantara dosen dan mahasiswa, sedangkan pendidikan jarak jauh dilaksanakan dengan menggunakan berbagai jenis media komunikasi seperti surat menyurat, radio, audio/video, televisi, dan jaringan computer.

Baik pendidikan reguler maupun pendidikan jarak jauh memulai aktivitas akademis atau  jadwal akademikpada bulan September setiap tahunnya. Satu tahun akademik terbagi atas minimal dua semester yang terdiri dari setidak-tidaknya 16 minggu. Institusi pendidikan tinggi juga dapat melangsungkan semester pendek diantara dua semester reguler.

Mahasiswa

Mahasiswa dalam peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990 adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Selanjutnya menurut Sarwono (1978) mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18-30 tahun.

Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.

Pengertian Mahasiswa menurut Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah merupakan insane-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannyadengan perguruan tinggi ( yang makin menyatu dengan masyarakat), dididik dan di harapkan menjadi calon-clon intelektual.

Dari pendapat di atas bias dijelaskan bahwa mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang diharapkan menjadi calon-calon intelektual.

 

Berwirausaha

Bagi mahasiswa yang ingin hidup mandiri dan mendapatkan penghasilan diperlukan usaha untuk mendapatkannya. Banyaknya mahasiswa sukses karena mencoba memulai usahanya sembari kuliah. Baik dari usaha jual beli pulsa, sampai jual beli handphone. Dari menjajakan cemilan, sampai bisa buka restoran di pinggir jalan. Dari reseller kaos dari produk orang lain, sampai bisa punya distro sendiri. Banyak sebenarnya cara-cara untuk menjadikan wirausaha ini bagian dari kehidupan belajar bekerja untuk diri sendiri. Apalagi kegiatan perkualiahan tentu dengan jelas mempersiapkan mahasiswa untuk bisa mencari pekerjaan yang layak dengan dirinya setelah lulus kuliah. Dengan berwirausaha, berbisnis, maka mahasiswa belajar untuk bisa bekerja bagi dirinya sendiri dan mengajak orang lain juga menjadi produktif.

Tujuan Mahasiswa Berwirausaha

1)     Meningkatkan kecakapan dan keterampilan mahasiswa khususnya sense of business sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda potensial.

2)      Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tingi.

3)      Menciptakan unit bisnis baru berbasis IPTEKS.

4)     Membangun jejaring bisnis antara pelaku bisnis wirausaha pemula dengan pengusaha (terutama UKM) yang sudah mapan.

Manfaat Mahasiswa Berwirausaha

1)      Bagi mahasiswa

Kesempatan mengasah jiwa wirausaha,  meningkatkan soft skill dengan terlibat langsung dalam dunia kerja, meningkatkan keberanian memulai usaha, mendapat dukungan modal dan pendampingan secara terpadu.

2)      Bagi UKM

Mendapatkan tenaga kerja terdidik walaupun dalam jangka pendek, adanya peluang merekrut pekerja baru atau mitra bisnis dimasa mendatang,  memberikan akses terhadap informasi dan teknologi, mempererat hubungan UKM dengan dunia kampus, terbantunya permasalahan usaha UKM karena adanya transfer of knowledge.

3)      Bagi perguruan tinggi

Memungkinkan penyesuaian kurikulum yang lebih aplikatif pada dunia usaha, menghasilkan wirausaha-wirausaha muda pencipta lapangan kerja dan calon pengusaha sukses masa depan, mempererat hubungan dunia akademis dan dunia usaha, penguatan kelembagaan perguruan tinggi dalam pengembangan kewirausahaan.

 

            Kiat – kiat yang perlu diperhatikan ketika ingin memulai berwirausaha sembari melanjutkan pendidikan tinggi. Antara lain:

1.      Sebagian besar mahasiswa pasti memikirkan modal untuk bisa memulai usaha. Memang sebagian usaha memerlukan modal, tapi bukan yang utama. Salah satunya meminjam dana. Jika orang tua tidak bisa meminjamkan dana, bisa membuat proposal usaha. Proposal usaha ini bisa di ajukan ke kompetisi lomba bussiness plan. Atau bisa mengajak beberapa teman kuliahmu untuk membangun bisnis bersama dengan panduan proposal bisnis tersebut. Banyak hal yang bisa dilakukan memulai usaha tanpa modal. Paling mudah adalah bisa menjadi makelar dari produk orang lain

2.      Kebingungan membuka usaha apa biasanya terjadi saat mahasiswa itu berpikir terlalu jauh bahwa bisnis yang akan digelutinya akan menghasilkan uang banyak dengan mudah dan cepat. Jika berpikir demikian, maka memulai usaha akan sangat sulit. Mulai dengan hal sederhana yang bisa di jual pada teman-teman kampus. Bisa jualan pulsa, jualan kaos, jualan stiker, pernak pernik meja belajar, atau hal apapun yang dianggap sepele untuk memulainya. Anggap saja itu sebagai batu loncat. Dimana usaha itu adalah awal kamu untuk bisa memulai usaha lain yang lebih besar. Karena dengan memulai yang mudah dulu, bisa mengerti bagaimana sistem wirausaha, bisnis itu bekerja.

3.      Pengalaman terbaik wirausaha atau bisnis itu memang banyak. Perlu visi ke depan sehingga belajar berwurausaha itu tidaklah sekedar iseng atau main-main. Sehingga perubahan perjalanan bisnis itu semakin terasa baik sedikit ataupun banyak. Faktanya, jika visi itu meleset, karena adanya hambatan saat berbisnis, adalah hal wajar. Namun kelolalah rasa bosan itu agar tidak segera berhenti belajar berwirausaha.

4.      Mencari guru memang sulit apalagi untuk bisnis. Perlu diperhatikan memang guru dalam wirausahamu itu tidaklah tetap. Kadang seorang teman bisa menemanimu untuk memulainya, tapi tidak menjalankannya bersama. Kadang seorang yang baru kamu kenal dalam organisasi di kampus malah sudah menjadi ahli dan baru kamu ketahui sehingga bisa kamu minta untuk membimbingmu. Pengalaman dari team lowkeruniv bahwa guru bisnis bisa dicari dari internet, dari forum-forum, bahkan organisasi internet yang berkumpul bersama atau kopdar.

 

Kuliah Sambil Bekerja

Sangat sulit untuk menyatukan dua pikiran dimana sebagian kita harus memikirkan urusan perkuliahan sebagian lagi kita memikirkan urusan pekerjaan. “Keuntungan melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi adalah investasi jangka panjang untuk karir. Memang stress bisa muncul saat menjalaninya. Tapi, dengan disiplin diri dan kecermatan membagi waktu, Semua pasti bisa melewatinya dengan baik

Berikut hal yang harus dilakukan ketika kita memutuskan untuk terjun didunia kerja saat masih menempuh pendidikan:

1)      Kesiapan Diri. Cobalah bertanya pada diri sendiri, apakah temen-temen memiliki keinginan untuk menjawab kebutuhan masa depan. Jika Anda yakin, go for it!

2)      Cari Dukungan Lingkungan.Poin ini sangat penting dalam membantu temen-temen ketika kuliah. Dukungan lingkungan di sini adalah dari lingkungan kerja temen-temen. Sampaikan rencana temen-temen secara terbuka pada atasan/bos temen-temen. Selain bisa mendapat dukungan moril, beberapa perusahaan juga ada yang memberikan dukungan financial. Tentnunya, ada upaya tak and give. Misalnya, perusahaan akan sangat diuntungkan bila karyawan memiliki kemampuan lebih, memiliki pengetahuan unggul. Secara tidak langsung, hal ini dapat memajukan perusahaan. Lantas bagaimana dengan orang tua, suami/istri atau anak? Asal tahu saja, pengerian dan dukungan keluarga sangat membantu temen-temen untuk menyelesaikan kuliah.

3)      Dukungan Finansial.  Yang harus dipenuhi bukan hanya biaya pendidikan, tapi juga biaya lain, seperti buku, jurnal, bacaan pendukung, peralatan kuliah, laptop, kalkulator. Jangan sampai kuliah putus di tengah jalan gara-gara anggaran tak mencukupi. Ukur dulu kemampuan, tapi jangan pernah merasa rugi. Investasi ini yang pasti akan kembali.

4)      Siap Belajar. Ketika kembali kuliah, persiapan diri untuk kembali belajar dan membuat tugas. Misalnya, bila ingin memilih bidang bisnis, tambahlah pengetahuan temen-temen tentang bisnis dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bisnis sedini mungkin. Jangan menunggu sampaik Anda masuk kuliah

5)      Siapkan Mental. Pekerjaan dan kuliah sama-sama menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Apabila persiapa mental kurang, putus sekolah di tengah jaln sangat mungkin terjadi. Mulailah pula belajar untuk trebuka terhadap argumentasi orang lain, bersaing secara sehat, serta berbagi dan bekerja sama.

5.      Bijak Membagi Waktu. Temen-temen perlu membuat rencana 2 atau 3 langkah ke depan. Artinya, bila ada waktu, mulailah mencicil tugas-tugas Anda sebelum ‘jatuh tempo’. Sehingga bila di tengah jlan menghadapi halangan (karena ada tugas luar kota yang tak dapat ditinggalkan, atau ada keluarga yang sakit), tetap dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. Bila Temen-temen bisa membaca buku dalam perjalanan ke kantor atau mengerjakan latihan atau kuis sewaktu makan siang, lakukanlah, atau Temen-temen mencari waktu untuk belajar, Hari-hari libur juga dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas. Prinsipnya, gunakan waktu seefektif mungkin dan minta pengertian pada keluarga Temen-temen.

6.      Cari teman belajar.Menetapkan tujuan dengan sesama mahasiswa bisa menjadi cara untuk mengatasi hambatan kuliah dan meningkatkan motivasi. Menjalin pertemanan dengan orang baru merupakan bonus tambahan dalam pembelajaran orang dewasa.

7.      Refreshing.Waktu libur pun sebaiknya dipikirkan dengan baik, Meski hari-hari temen-temen dipadati oleh jadwal kuliah dan aktivitas kantor, sebisa mungkin,  jangan abaikan waktu untuk berisitirahat atau memanjakan diri Temen-temen dengan Refreshing. Hal ini cukup efektif untuk meng-charge motivasi dan semangat Temen-temen.

 

KESIMPULAN DAN PENUTUP

Kuliah maupun berwirausaha merupakan hal yang positif. Fakta yang ada banyak mahasiswa yang prestasi akademiknya tetap baik dan sekaligus berwirausaha. Dan justru saat ini permasalahan yang muncul adalah prestasi mahasiswa yang baik masih kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Ditambah lagi mahasiswa yang lulus prestasinya kurang baik dan juga tidak berwirausaha. “Kedua tipe mahasiswa terakhir ini sangat mengandalkan nasibnya pada perusahaan untuk menampung mereka, padahal fakta menunjukkan jelas daya tampungnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah lulusan,”

Oleh karena itu kuliah sambil bekerja hendaknya harus memperhitungkan beberapa aspek yang dapat saling berkesinambungan. Seperti bekerja tidak mengganggu prioritas utama yaitu kuliah. Karena keuntungan melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi dan menyelesaikannya tepat waktu adalah investasi jangka panjang untuk karir seseorang.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ir. Benny Lianto (Rabu, 7 Desember 2011). MMBAT Kuliah sambil Kerja? Kuliah sambil  

Bisnis? Why not?. WEB Universitas Surabaya: http://www.ubaya.ac.id

Wisnu Renaldi (13 January 2012 | 15:37). Antara Kuliah dan Kerja Sambilan.WEB:  kompasiana.com

Putri, S. D. (2006). Cari Duit Ala  Mahasiswa. Yogyakarta: Galang Press.

Sya’ban, H. (2006). Menyusun Skripsi Hanyalah Formalitas?.

Jacinta, R. F. (2002). Wanita Bekerja. WEB: Kompas Cyber Media

Dudija, N.  (2011). Perbedaan Motivasi Menyelesaikan Skripsi Antara Mahasiswa yang Bekerja dengan Mahasiswa yang tidak Bekerja. Bandung: Institut Manajemen Telkom

Haryanto, S.Pd ( 2012). Pengertian Pendidikan Menurut Ahli. WEB: belajarpsikologi.com

Dikti (2011) Sistem Pendidikan Tinggi. WEB: dikti.go.id

Lowkeruniv (2012). Belajar Berwirausaha. WEB: lowkeruniv.com

Pe.Fe Akuntansi (2011). Sukses Kuliah Sambil Bekerja.  WEB: bem.pefe.ui.ac.id

Hisna Cahaya, S.I.Kom.  (2012). Mahasiswa Berwirausaha, Why Not?. WEB: http://www.unila.ac.id

Filed under: Go To Campus, Jurnal, Uncategorized,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TIME TABLE vs TIME LINE

Pribadi vs Sosial

%d bloggers like this: